Rabu, 10 Februari 2016

Budidaya Menanam Kubis Dengan Plastik Mulsa

Kubis adalah tanaman yang sangat lunak dan yang sangat mudah di tanam di manapun. Tanaman Ini dulu sangat popular di yunani kuno sebagai pengusir hama serta gula tanaman. namun saat ini sudah perkembangan zaman. mereka memakannya dan manfaatnya sangat besar




Tanaman Ini sangat  mudah di dapatkan di pasaran. karena sangat banyak jumlah permintaan. Sehingga masyarakat petani ingin menanamannya, di karenakan banyaknya tingkat pembelian serta permintaan perharinya. selain itu, Tanaman Sayuran ini tergolong memiliki manfaat yang besar bagi tubuh dan  kesehatan

berikut langkah – langkah cara Budidaya dan Menanam Kubis :

SYARAT TUMBUH 

Tanaman kubis tumbuh baik pada lahan pertanian yang gembur, mudah menahan air dan tanah tersebut banyak mengandung humus.
Tanaman kubis menginginkan iklim dengan suhu relatif rendah, kelembaban tinggi serta tumbuh baik pada ketinggian 1000 - 2000 dpl.

PENGOLAHAN TANAH

Pencangkulan tanah dilakukan sebanyak 2 kali, pencangkulan pertama sedalam 30-40 cm, kemudian dibiarkan dahulu untuk mendapat sinar matahari selama 7 - 10 hari. Baru setelah itu dicangkul untuk ke-2 kalinya sekaligus di beri pupuk kandang sebanyak 10 - 15 ton/ha serta dibuatkan bedengan selebar 100 cm.

Pemasangan Mulsa Plastik

Mulsa yaitu plastik untuk bedengan. ada 2 warna yang berwarna perak berada diatas, sedangkan warna hitam di bawah, fungsi mulsa antara lain:

Untuk menghimpit tumbuhnya gulma.
Menahan/melindungi kelembapan.
mencegah/mengurangi  penguapan air.
Menghemat biaya tenaga kerja dalam penyiangan.
Memblokir pantulan untuk mengusir hama.
Fotosintesis melalui pantulan sinar matahari.

Pembuatan Lubang Tanaman 
membuat lubang tanam untuk menanam kubis, jarak tanam 50 x 50 Cm yang digunakan adalah, Dengan tempat tidur yang sudah ditutupi dengan mulsa, yang sudah dilubangi. setelah itu dilakukan penunggalan 2 – 3 Cm.

PENANAMAN 

Tanaman kubis diperbanyak dengan biji. Biji harus disemai terlebih dahulu dengan ditabur dalam barisan dengan jarak 5 cm atau menggunakan kantong plastik kecil (diameter 6 cm). kebutuhan benih 500-700 gr/ha (perkecambahan 75 %).
Bibit kubis yang telah berusia 1 bulan. (berdaun 4-5 helai) dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanaman 40 x 40 cm.
  
PEMELIHARAAN 

1. Pemupukan 
Pada saat berusia 2 serta 4 minggu setelah  tanaman diberikan pupuk buatan ZA 400 kg/ha, DS 200 kg/ha.

2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput atau dengan menggunakan herbisida.

3. Hama 
Hama ulat kubis, dikendalikan dengan Diazinon atau Bayrusil 1-2 cc/1 air dengan frekuensi penyemprotan 1 minggu. sedangkan ulat kubis dikendalikan dengan Bayrusil 13 cc/1 air.

4. Penyakit 
Penyakit busuk akar yang disebabkan Rhizoktonia sp dapat dikendalikan dengan bubur Bordeaux atau fungisida yang disarankan. Busuk hitam (Xanthomonas campestris) dan busuk lunak bakteri Erwinia carotovora dan penyakit pekung Phomalincran, penyakit kaki gajah (Plasmodiophora rassicae) belum bisa diatasi. Apabila ada tanaman yang terserang segera dicabut lalu dibakar.

PANEN DAN PENGOLAHAN HASIL 

Panen bunga kubis dikerjakan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan pada saat kropnya masih berwarna hijau. jika bunganya mekar, tangkai bunga akan  memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning.

Baca juga Mulsa Hitam Perak Untuk Tambak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar