Bertani Ikan Tanpa Ganti Air? Mengenal Sistem Bioflok yang Bikin Tetangga Keheranan

Bayangkan Anda memiliki kolam ikan di belakang rumah, tetapi Anda hampir tidak pernah menguras atau mengganti airnya. Aroma amis yang biasanya menusuk hidung pun tidak ada. 

Bagi orang awam atau tetangga yang sering melihat Anda hanya duduk bersantai sementara ikan-ikan di kolam tumbuh bongsor dan sehat, hal ini tentu terlihat seperti ilmu sihir atau sekadar keberuntungan. Namun, di dunia perikanan modern, ini bukan sihir—ini adalah Teknologi Bioflok.

Baca Juga:

Apa Itu Sebenarnya Bioflok?

Secara sederhana, sistem bioflok adalah teknik budidaya ikan yang memanfaatkan bantuan mikroorganisme (bakteri baik) untuk mengubah limbah di dalam kolam menjadi pakan alami. 

Jika pada kolam konvensional sisa pakan dan kotoran ikan akan berubah menjadi amonia yang beracun, dalam sistem bioflok, amonia tersebut justru "diolah" oleh bakteri heterotrof menjadi gumpalan-gumpalan protein yang disebut floc.

Gumpalan atau floc inilah yang nantinya dimakan kembali oleh ikan. Jadi, apa yang tadinya menjadi limbah berbahaya, kini berputar kembali menjadi sumber nutrisi. Inilah rahasia mengapa air kolam tidak perlu diganti: karena airnya sudah menjadi sebuah ekosistem yang mampu membersihkan dirinya sendiri.

Mengapa Tetangga Bisa Sampai Keheranan?

Ada beberapa alasan mengapa sistem ini terlihat sangat ajaib dan jauh lebih unggul dibandingkan cara lama:

Hemat Air Luar Biasa: Pada kolam biasa, Anda harus mengganti air secara rutin agar ikan tidak mati keracunan amonia. Di sistem bioflok, pergantian air hanya dilakukan saat masa panen atau jika air menyusut akibat penguapan. Untuk daerah yang sulit air, ini adalah solusi revolusioner.

Lahan Sempit, Hasil Selangit: Dengan bioflok, Anda bisa menebar bibit ikan 5 hingga 10 kali lebih padat daripada kolam biasa. Misalnya, di kolam diameter 3 meter, Anda bisa memelihara ribuan ekor lele tanpa takut mereka kekurangan oksigen atau saling serang.

Hemat Pakan hingga 20%: Karena ikan memakan kembali floc (gumpalan bakteri) yang ada di air, konsumsi pakan pelet pabrikan bisa dikurangi. Secara otomatis, biaya operasional Anda turun dan keuntungan meningkat.

Pertumbuhan Lebih Cepat: Ikan yang dipelihara dengan sistem ini cenderung memiliki metabolisme yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit. Masa panen pun bisa menjadi lebih singkat.

Tantangan di Balik "Kelihatannya Mudah"

Meskipun terdengar seperti cara malas untuk sukses, sistem bioflok memerlukan ketelitian tinggi pada awalnya. Kunci utamanya ada pada Aerasi (Suplai Oksigen). 

Aerator atau pompa udara harus menyala 24 jam nonstop untuk memastikan bakteri tetap hidup dan floc tidak mengendap di dasar kolam. Jika listrik mati terlalu lama tanpa cadangan, ekosistem kecil ini bisa runtuh dalam sekejap.

Selain itu, petani harus rutin mengecek kadar keasaman (pH) dan memastikan populasi bakteri tetap seimbang dengan pemberian molase (tetes tebu) sebagai sumber karbon.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama