Memiliki akuarium dengan ikan yang berwarna-warni memang memberikan ketenangan tersendiri. Namun, banyak pemula sering menghadapi masalah yang sama: ikan mati mendadak hanya dalam hitungan hari. Penyebab utamanya jarang sekali karena penyakit luar, melainkan karena kualitas air yang buruk. Di dalam akuarium, air adalah udara bagi ikan. Jika "udaranya" beracun, ikan tidak akan bertahan lama.
Baca Juga:
Berikut adalah strategi dan tips ampuh untuk menjaga kualitas air akuarium Anda agar tetap sehat dan jernih.
1. Memahami Siklus Nitrogen (Cycling)
Kesalahan terbesar pemula adalah langsung memasukkan ikan ke dalam akuarium yang airnya baru saja diisi. Air baru biasanya mengandung klorin dan belum memiliki bakteri baik. Anda perlu melakukan proses cycling selama 1-2 minggu sebelum memasukkan ikan. Proses ini bertujuan menumbuhkan bakteri nitrifikasi yang bertugas mengubah amonia (dari kotoran ikan) menjadi nitrit, lalu menjadi nitrat yang lebih aman. Tanpa siklus ini, amonia akan melonjak drastis dan meracuni ikan secara instan.
2. Gunakan Sistem Filtrasi yang Mumpuni
Jangan pelit dalam memilih filter. Gunakan filter yang memiliki tiga tahap penyaringan: mekanis (kapas untuk menyaring kotoran fisik), biologis (bio-ring atau batu apung sebagai rumah bakteri), dan kimiawi (karbon aktif untuk menyerap bau atau zat kimia). Filter biologis adalah yang terpenting; jangan pernah mencuci media biologis dengan air keran karena kaporit dapat membunuh bakteri baik yang sudah terbentuk. Gunakanlah air sisa kurasan akuarium untuk membilasnya.
3. Rutin Melakukan "Water Change", Bukan Menguras Total
Banyak orang berpikir bahwa membersihkan akuarium berarti menguras habis airnya hingga kering. Ini adalah kekeliruan besar. Menguras total akan membuang seluruh ekosistem bakteri yang sudah mapan dan membuat ikan stres karena perubahan parameter air yang drastis.
Lakukanlah Partial Water Change (PWC) sebesar 20-30% seminggu sekali. Gunakan selang untuk menyedot kotoran di dasar substrat (sipon). Ini sudah cukup untuk menurunkan kadar nitrat dan menyegarkan kembali mineral di dalam air.
4. Perhatikan Populasi dan Pemberian Pakan
Akuarium yang terlalu padat (overcrowded) akan menghasilkan kotoran yang melampaui kemampuan filter. Selain itu, pemberian pakan berlebih adalah "pembunuh senyap". Pakan yang tidak termakan akan membusuk dan berubah menjadi amonia yang sangat beracun. Berikan pakan secukupnya yang bisa habis dalam waktu kurang dari 2 menit. Lebih baik memberi makan sedikit demi sedikit beberapa kali sehari daripada sekali banyak.
5. Pantau Parameter Kimia Air
Secara berkala, periksalah parameter air menggunakan test kit. Hal utama yang harus dipantau adalah:
Ammonia dan Nitrit: Harus selalu berada di angka 0 ppm.
pH: Pastikan stabil sesuai jenis ikan (umumnya 6.5–7.5).
Suhu: Gunakan termometer. Suhu yang naik-turun secara drastis bisa menyebabkan ikan terkena white spot (bintik putih).

.png)
Posting Komentar