Ternak Bekicot, Peluang Bisnis Lendir yang Menguntungkan

Mendengar kata bekicot (Achatina fulica), sebagian besar orangmungkin akan membayangkan hama tanaman yang berlendir dan menjijikkan. Namun, di tangan para pebisnis yang jeli, hewan bercangkang ini adalah komoditas ekspor bernilai tinggi. 

Budidaya atau ternak bekicot kini semakin diminati karena perawatannya yang mudah, modal yang minim, serta permintaan pasar yang terus meningkat, terutama dari mancanegara seperti Prancis dan Jepang.

Baca Juga:

Mengapa Ternak Bekicot?

Ada beberapa alasan kuat mengapa bekicot menjadi pilihan budidaya yang menarik. Pertama, bekicot memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat dan tidak mudah terserang penyakit dibandingkan ternak lainnya. 

Kedua, pakannya sangat sederhana dan mudah didapatkan, seperti daun-daunan hijau, pepaya, hingga limbah sayuran dari pasar.

Secara nilai ekonomi, bekicot adalah bahan baku utama makanan mewah di Eropa yang dikenal dengan nama Escargot. Selain dagingnya yang kaya protein dan rendah kolesterol, lendir bekicot juga sangat dicari oleh industri kosmetik karena mengandung allantoin dan kolagen yang tinggi untuk peremajaan kulit. 

Bahkan, cangkangnya yang telah diolah menjadi tepung dapat digunakan sebagai campuran pakan ternak karena kaya akan kalsium.

Langkah Strategis Memulai Budidaya

Untuk memulai ternak bekicot, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan agar koloni dapat berkembang biak dengan maksimal:

Pemilihan Lokasi dan Kandang: Bekicot menyukai tempat yang lembap dan teduh (terlindung dari sinar matahari langsung). Kandang bisa dibuat dari kayu, semen, atau bahkan galian tanah yang dipagari. Pastikan suhu lingkungan terjaga antara 25°C hingga 30°C.

Pemilihan Bibit: Bibit yang baik adalah bekicot yang sehat, tidak cacat cangkangnya, dan memiliki berat sekitar 75-100 gram. Bekicot adalah hewan hermafrodit (memiliki dua alat kelamin), namun tetap membutuhkan pasangan untuk proses perkawinan.

Pemberian Pakan: Berikan pakan pada waktu sore atau malam hari karena bekicot adalah hewan nokturnal. Daun sawi, kangkung, dan buah-buahan lunak adalah pilihan terbaik untuk mempercepat pertumbuhan daging.

Kelembapan Kandang: Tanah di dalam kandang harus tetap basah namun tidak menggenang. Kelembapan sangat penting untuk merangsang bekicot bertelur.

Tantangan dalam Beternak

Meski terlihat mudah, tantangan utama dalam ternak bekicot adalah menjaga kebersihan kandang agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan. Selain itu, peternak harus waspada terhadap predator alami seperti tikus, semut, dan bebek. 

Pengaturan kepadatan populasi juga penting; jika kandang terlalu penuh, pertumbuhan bekicot akan melambat dan risiko kematian meningkat.

Potensi Pasar dan Masa Depan

Di Indonesia, permintaan daging bekicot biasanya datang dari pengolah sate bekicot (keripik bekicot) atau perusahaan pengalengan daging untuk pasar ekspor. 

Harga daging bekicot olahan yang cukup stabil menjadikan bisnis ini sebagai sumber pendapatan yang menjanjikan, baik sebagai usaha sampingan maupun skala industri.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama