Beginilah Tips dan Trik Melubangi Mulsa Plastik Hitam Perak

Pelubangan Mulsa Plastik Hitam Perak
Selamat pagi! Semoga para pembaca selalu diberikan kesehatan. Oke, hari ini kita akan membahas artikel soal Tips dan trik melubangi mulsa plastik hitam perak. Saat ini pekerjaan berkebun sudah jadi makin gampang setelah ditemukannya mulsa plastik hitam perak. Mulsa plastik hitam perak adalah bahan penutup bedengan buat jaga tingkat kelembapan tanah, menahan tumbuhnya mulsa, atau mengatur hama dan penyakit. Berdasar pada bahan pembuatnya, ada dua tipe mulsa plastik hitam perak yaitu mulsa hitam perak organik serta mulsa anorganik. Walau harga tambah mahal, tetapi banyak petani semakin ingin pilih memakai mulsa hitam perak anorganik karena semakin ringkas dan awet.

Contoh mulsa yang dibuat berbahan anorganik adalah mulsa plastik hitam perak. Mulsa ini memiliki warna yang lain di ke-2 bagian permukaannya. Permukaan yang berwarna hitam terpasang menghadap ke bawah buat jaga kelembapan tanah atau menahan tumbuhnya rumput. Sedang bagian yang berwarna perak terpasang menghadap ke atas yang berperan buat memantulkan cahaya matahari agar dapat menahan hadirnya hama.

Umumnya penempatan mulsa plastik ditangani setelah proses pemrosesan tanah sampai pembangunan bedengan disaat usai ditangani. Saatnya seputar kira-kira satu minggu sebelum waktu penanaman bibit tanaman. Seharusnya gunakanlah mulsa disaat siang hari disaat matahari sedang cemerlang benar-benar terik. Setelah mulsa itu selesai terpasang, karena itu selanjutnya yakni lubangi mulsa barusan untuk tempat pengerjaan lubang tanam nanti.

Buat membolongi mulsa plastik, Anda dapat manfaatkan kaleng sisa atau menggunakan alat pelubang mulsa spesial. Kaleng sisa yang dipanaskan dapat untuk digunakan buat meluluhkan mulsa plastik sampai membuat berlubang. Berikut cara yang pertama-tama dilaksanakan pada petani. Tetapi kesempatan ini kita akan beberapa tutorial semasing trick itu di bawah ini.

Mengenal Mulsa Plastik

Mulsa plastik merupakan lembaran plastik yang berfungsi sebagai penutup tanah budidaya yang mempunyai fungsi sebagai perlindungan permukaan tanah dari adanya erosi, mengatur kelembapan serta formasi tanah, dan menghambat perubahan gulma. Mulsa plastik hitam perak termasuk type mulsa yang anorganik sebab diolah dengan bahan polietilena berdensitas rendah yang membuat poses polimerisasi etilen di bawah tekanan tinggi. Mulsa plastik banyak difungsikan sebagi penutup pada budidaya tanaman dengan pola yang intensifikasi produksi, semisalnya saja tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran.

BACA JUGA

Cara Menanam Bawang Dengan Mulsa Plastik

Cara Menanam Cabai Hidroponik Dengan Polybag

Trik Untuk Menanam Belewah Dengan Plastik Mulsa

Melubangi Mulsa Plastik Memakai Kaleng

Anda cuma mempersiapkan beberapa kaleng sisa susu terlebih dahulu. Rapikanlah pinggir atas kaleng itu agar nanti dapat membuahkan potongan yang seragam. Selanjutnya kaleng-kaleng ini dibakar agar hawanya jadi panas. Kaleng yang telah panas dapat diambil dengan penjepit makanan. Atau Anda dapat juga melakukan modifikasi kaleng dengan menempatkan pegangan terlebih dulu. Selanjutnya sisi atas kaleng ditempelkan ke mulsa plastik semasa beberapa menit. Mulsa plastik yang meleleh lalu ditempeli kaleng panas langsung akan berlubang sendirinya. Lakukan tehnik ini dengan cepat agar hasil potongannya rapi dan seragam.


Melubangi Mulsa Plastik Menggunakan Alat Spesial

Seandainya ingin memperoleh hasil yang rapi di saat singkat, karena itu coba pakai alat spesial buat membolongi mulsa plastik. Alat ini memiliki sisi ujung pelubang yang berupa gerigi. Pelubang itu memiliki mata pisau yang benar-benar tajam hingga dapat membolongi mulsa dengan hasil benar-benar rapi. Langkah memakainya adalah Anda dapat menanamkan atau mendesak alat itu mengarah plastik mulsa, selanjutnya putarlah. Karena itu mata pisau juga dengan cara automatis akan bergerak mencabik atau memangkas mulsa plastik itu.

Nah, berakhir sudah pembahasan materi untuk artikel kali ini. Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. See you later!

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama