Sorgum, Sang Pahlawan Pangan di Lahan Kering dan Multiguna

Di tengah kekhawatiran global akan perubahan iklim dan ketahanan pangan, muncul kembali sebuah tanaman yang telah menjadi tulang punggung peradaban kuno: Sorgum (Sorghum bicolor). Sering disebut sebagai "Gandum dari Timur" atau "mutiara dari lahan kering", sorgum adalah jawaban untuk masa depan pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan, terutama di daerah-daerah dengan curah hujan rendah.

Baca Juga: 

Adaptasi Luar Biasa terhadap Iklim Ekstrem

Salah satu keunggulan utama sorgum adalah kemampuannya untuk beradaptasi di lingkungan yang kering dan marginal, di mana tanaman pangan pokok lain seperti padi atau jagung kesulitan untuk tumbuh.

  • Toleran Kekeringan: Sistem perakarannya yang dalam membuat sorgum mampu menyerap air lebih efektif dari lapisan tanah yang dalam. Ia juga memiliki mekanisme fisiologis untuk mengurangi penguapan air.

  • Tidak Rewel Tanah: Sorgum dapat tumbuh subur di tanah dengan pH yang bervariasi, bahkan di lahan masam sekalipun, menjadikannya pilihan ideal untuk rehabilitasi lahan kritis.

  • Resisten Hama Penyakit: Dibandingkan komoditas lain, sorgum relatif lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Multiguna: Dari Pangan hingga Bioenergi

Sorgum adalah tanaman multiguna yang setiap bagiannya memiliki nilai ekonomi:

  1. Pangan Pokok: Biji sorgum bisa diolah menjadi tepung sebagai pengganti tepung terigu (bebas gluten), nasi sorgum, atau bahan baku berbagai olahan pangan seperti kue, roti, dan sereal. Kandungan seratnya yang tinggi juga baik untuk kesehatan pencernaan.

  2. Pakan Ternak: Daun dan batang sorgum muda merupakan sumber pakan hijauan yang berkualitas tinggi untuk sapi, kambing, atau unggas. Biji sorgum juga menjadi komponen penting dalam formulasi pakan konsentrat.

  3. Bioenergi: Batang sorgum manis mengandung gula yang dapat difermentasi menjadi bioetanol, menjadikannya sumber energi terbarukan yang menjanjikan.

  4. Industri Lain: Sorgum juga dimanfaatkan untuk bahan baku industri kertas, lem, hingga sapu.


Revitalisasi Sorgum: Tantangan dan Peluang

Meskipun memiliki potensi besar, sorgum sempat terpinggirkan oleh dominasi padi dan jagung. Tantangannya meliputi:

  • Persepsi Konsumen: Masyarakat Indonesia masih belum terbiasa mengonsumsi sorgum sebagai pangan pokok. Perlu edukasi gencar mengenai manfaat dan cara pengolahannya.

  • Infrastruktur Pengolahan: Ketersediaan mesin pengolah biji sorgum menjadi tepung atau produk turunan lain masih terbatas di tingkat petani.

  • Pengembangan Varietas Unggul: Perlu riset lebih lanjut untuk mengembangkan varietas sorgum dengan hasil panen tinggi, rasa yang lebih disukai, dan tahan terhadap kondisi lokal.

Pemerintah dan berbagai lembaga riset kini mulai gencar mempromosikan sorgum sebagai alternatif pangan dan pakan. Potensinya untuk dikembangkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, atau Jawa bagian selatan yang cenderung kering sangat besar. 

Dengan melibatkan petani dalam program budidaya berkelanjutan dan membangun rantai nilai dari hulu ke hilir, sorgum bisa menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional di masa depan.


Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama